Tentang Desa Wisata Suli

DESA WISATA SULI

Konsep Agroeduekowisata

Konsep agroeduekowisata merupakan penggabungan konsep agrowisata (wisata di daerah pertanian) dan edukasi, yaitu pengalaman belajar tentang IPTEKS berupa website menjadi pilihan untuk memberikan teknologi informasi dalam mengelola agroeduekowisata kepada mitra.

Hal ini didasarkan atas pertimbangan efektivitas dan efisiensi penggunaan website dalam memasarkan paket-paket agroeduekowisata kepada calon wisatawan.

Adanya website agroeduekowisata negeri suli akan memudahkan masyarakat atau calon wisatawan mengetahui dengan jelas paket-paket wisata yang ditawarkan dengan jadwalnya serta informasi-informasi lain yang dibutuhkan. Daya jangkau website yang lebih luas dan lebih cepat juga menjadi keunggulan ipteks ini.

HABEL HANS SUITELA, S.Pd

VISI DAN MISI

HABEL HANS SUITELA, S.Pd

Raja Negeri Suli “Tanda Gambar “KELAPA” MOTO: MENJADI PEMIMPIN YANG MELAYANI SETIAP ORANG.

Membangun Negeri Suli yang lebih baik dalam suatu tatanan ADAT yang Tertib Aman dan Sejahtera, Bersatu Maju, Mandiri dan Berbudaya.

Misi

  1. Mengembalikan dan Menguatkan Citra Budaya serta Jati Diri, Solidaritas dan saling Menghargai antar sesama warga melalui berperannya Tatanan Adat Negeri Suli, bersama dengan semua organisasi kemasyarakatan serta lembaga Keagamaan yang ada di Negeri Suli.
  2. Memelihara serta meningkatkan Keamanan Ketertiban Masyarakat dalam mencapai sebuah Kedamaian.
  3. Terwujudnya suatu Tata Pemerintah Negeri yang kuat, bersih dan berwibawa, didukung sumber daya manusia (SDM) yang handal agar mampu memberikan pelayanan bagi masyarakat sehingga masyarakat merasa terayomi.
  4. Meningkatkan PROFESIONALISME Perangkat Aparat Pemerintah Negeri dan lembaga-lembaga Adat serta lembaga-lembaga lain yang tumbuh dan berkembang di dalam Negeri Suli.
  5. Mewujudkan Negeri Suli sebagai Negeri Mandiri dengan menggali, meningkatkan Pendapatan Asli Negeri yang bersumber dari potensi sumber daya alam yang ada di Negeri Suli.

Keindahan Wisata Desa Suli

Keindahan alam bahari, keanekaragaman hayati, flora dan faunanya, beraneka warna seni dan budaya serta kehidupan sosial masyarakat dengan adat istiadat yang ragam di maluku umumnya dan kota ambon khususnya menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung dan merupakan modal utama dalam pembangunan pariwisata di maluku.

DESA WISATA SULI

Sejarah Negeri Suli

Pada mulanya nama Suli bukanlah nama sebenarnya, Suli yang pada saat pembentukannya bernama AMAN SURIT,Aman surit terdiri dari 4 ERI/kerajaan,yakni ERI WAKANG, ERI OHU, ERI LANIT dan ERI SOA. Di kehidupan sehari-hari ke 4 Eri/Kerajaan tidak pernah hidup rukun dimana terjadi permusuhan satu sama lain dan apabila bertemu tetap terjadi peperangan.

Melihat kondisi yang saling bermusuhan ini maka atas prakarsa/kebijakan dari ERI WAKANG dan ERI SOA, mulai memanggil ERI OHU dan ERI LANIT untuk bermusyawarah yang bertempat di ERI WAKANG. Dalam pertemuan tersebut diawali dengan menyebarkan undangan dimana undangan tersebut di tulis pada daun kelapa muda sedangkan alat untuk menulisnya dari urat manyapu lidi.

ERI WAKANG juga mempunyai bendera kerajaan yang merupakan lambang adalah Gadifo Alifuru. Surat undangan tersebut di bawa ke ERI OHU dan ERI LANIT. Setelah menerima undangan tersebut maka kedua ERI/Kerajaan menyetujui untuk bertemu disuatu tempat yaitu di ERI WAKANG.

ERI OHU yang datang terdiri dari Kapitan Malesi, Mungare Metar dan Tahureng serta pasukan yang terdiri dari HATUMENA MANUALA. Dari ERI LANIT juga dengan pasukan yang sama dibawah pimpinan Kapitan Permata. Musyawarah berjalan dengan baik dan dalam musyawarah itu dipastikan bahwa dari pada kita berperang lebih baik kita bersatu dan membuat satu tempat persekutuan.

Akhirnya mereka menentukan satu tempat yang disebut MUSAMET. Di tempat Musamet itu dibangun sebuah rumah besar dan dapur. Rumah tersebut memakai orang jaga rumah bernama NAHIRI dengan anjingnya yang bernama VEKTOR.

Rumah yang dibangun mempunyai maksud apabila dari ERI LANIT datang ke ERI WAKANG kalau sudah malam bisa bermalam dan tidur di Musamet dan begitu sebaliknya, dari ERI OHU datang ke ERI LANIT kalau mau pulang ke ERI OHU saat malam maka tidur di Musamet. Hal ini jelas sudah tidak ada permusuhan dari ke-empat ERI tersebut.

Musyawarah terus dilanjutkan dari ke-empat ERI tersebut di Musamet yang di dalamnya mereka memikirkan bagaimana untuk mencari satu tempat untuk membuat kediaman. dalam perundingan itu yang menjadi pemerkarsa adalah ERI WAKANG dibawah pimpinan Kapitan Absalom.

Usulan pertama dalam perundingan itu adalah ERI LANIT yaitu Kapitan Permata, usul kedua dari ERI OHU yaitu Kapitan Gorofa. isi usulan dari ERI LANIT yakni “lebih baik katong panah cari negeri”, sedangkan usulan dari ERI OHU adalah “lebih baik katong lempar tombak”.

Kedua usul tersebut dipertimbangkan oleh Kapitan Absalom dari ERI WAKANG bahwa “Kalau memakai panah nanti anak panah bisa tasangko di pohon-pohon dan tidak dapat dicari,lebih baik pakai tombak”. Akhirnya setuju memakai tombak.

Kesempatan pertama untuk melempar tombak adalah dari ERI OHU yaitu Kapitan Gorofa setelah Kapitan Gorofa melepas tombak maka tombak jatuh pada tempat yang bernama WAILATU. Pelemparan tombak kedua adalah dari ERI WAKANG yaitu Kapitan Absalom pada pelemparan tombak kedua tombak jatuh di BELAKANG NEGERI yang sekarang rumah Keluarga Putinela.

Pelemparan yang ketiga dari ERI LANIT yaitu Kapitan Permata , tombak jatuh di tengah negeri yang sekarang tempat berdirinya BAELEO yang bernama LOUNUSA. Setelah tombak dikumpulkan maka terjadi pengambilan keputusan dimana dituntutnya bahwa tombak yang jatuh dari ERI LANIT sebagai tempat musyawarah.

Dari situlah disebut AMAN SURIT yang artinya “SIAP BAKAL LALU CARI”  Sesudah terbentuknya negeri Suli maka terbentuklah Soa-Soa yang terdiri dari 4 SOA yakni SOA LATUSLAMU, SOA AMALATUEI, SOA WAINUSALAUT dan SOA AMARUMATENA.

Masing-masing SOA memiliki kekuasaannya sendiri-sendiri tetapi tetap satu negeri yang dalam bahasa adat di sebut AMAN SURITTO. Telah dijelaskan diatas pula bahwa ada 4 ERI/Kerajaan yang membentuk negeri.

ERI WAKANG dua Soa yaitu SOA LATUSLAMU dan SOA AMALATUEI karena perlawanan dari kedua soa itu sehingga ada marga dalam SOA LATUSLAMU terpisah, masalahnya ada marga Sitanala di SOA LATUSLAMU tapi ada juga marga Sitanala di SOA AMALATUEI.

Olehnya dalam Pasapuru Negeri disebut, ERI WAKANG, ERI OHU, ERI LANIT, ERI SOA berkat “TIGA GUNUNG TIGA KAPITAN TIGA MALESI DALAM NEGERI AMAN SURITTO”. Itulah sejarah singkat terbentuknya negeri Aman Surit / Negeri Suli.

Dan dibawah ini adalah susunan marga-marga menurut masing-masing Soa yakni :

SOA LATUSLAMU             : ada marga Putinela,Alputila,Salampessy,dan Sitanala.
SOA AMALATUEI              : ada marga Pattisina,Pattirane dan Sitanala.
SOA WAINUSALAUT        : ada marga Haliwela,Manuputty,Lainsamputty dan Matitawaer.
SOA AMARUMATENA      : ada marga Rering,Suitela,Matita,Waisapy,Talla dan Hatumena